Setelah Jokowi, Anggun Tulis Surat Terbuka Untuk Para Haters

0
46
Setelah Jokowi, Anggun Tulis Surat Terbuka Untuk Para Haters

Beberapa waktu lalu, Anggun menuliskan sebuah sebuah surat terbuka untuk Presiden Jokowi mengenai putusan hukuman mati pada para pengguna dan pengedar narkoba di Indonesia. Sang diva mengaku jika dirinya menolak keras hukuman eksekusi mati pada para pelaku yang dianggap sangat tidak manusiawi, kuno, tak menyelesaikan masalah dan sejenisnya.

Karena tulisannya itu, Anggun sendiri langsung dibanjiri kritikan tajam oleh publik. Banyak yang menyebut jika salah satu juri Asia’s Got Talent itu terlalu membela para kriminal dengan alasan yang kurang masuk akal.

“Saya sangat percaya bahwa kita tidak bisa membasmi kriminalitas dengan membunuh orang-orang yang terlibat dalam kejahatan. Nyawa yang dibalas nyawa tidak akan mengembalikan hidup korban. Kematian bukanlah keadilan. Untuk saya, hanya Allah semata yang mempunyai hak atas hidup dan mati manusia.”

Obat Pembesar Penis Vimax Asli di Bandung

Untuk mengklarifikasi kesalah pahaman, Anggun kembali menuliskan sebuah surat terbuka lewat akun Fecebook-nya. Kali ini tulisannya ditujukan pada para haters yang telah mencaci maki dirinya. Berikut bunyi tulisan tersebut..

To the People of Indonesia.

Belakangan ini ada kontroversi tentang opini saya mengenai hukuman mati yang kebanyakan datang dari hujatan netizen di social network dan ini penjelasan saya.

Saya adalah seorang ibu, darah saya 100% Indonesia. Seorang ibu yang mencintai anaknya seperti layaknya semua ibu di Indonesia. Dan tentunya saya menolak, berperang, dan membenci Narkoba juga semua pihak yang membantu membuat atau menjualnya. Narkoba adalah musuh manusia yang menghancurkan hidup dan memecahkan keluarga. Narkoba memperkayai mafia juga orang yang gemar korupsi di belakang kepedihan orang-orang kecil. Tentu saja saya berdiri di sisi korban dan di sisi semua orang yang membenci Narkoba. Mereka yang membuat dan menjual racun Narkoba harus diadili dan harus diberi hukuman yang seberat-beratnya di penjara.

Saya juga seorang pembela Hak Asasi Manusia. Saya bekerja sama dengan PBB sebagai Goodwill Ambassador dan dalam Universal Deklarasi Hak Asasi Manusia tertulis larangan membunuh manusia. Saya sangat percaya bahwa kita tidak bisa membasmi kriminalitas dengan membunuh orang-orang yang terlibat dalam kejahatan. Nyawa yang dibalas nyawa tidak akan mengembalikan hidup korban. Kematian bukanlah keadilan. Untuk saya, hanya Allah semata yang mempunyai hak atas hidup dan mati manusia.

Saya ingin hukuman yang setimpal dan seberat-beratnya kepada para kriminal. Saya membenci koruptor yang membantu bandar Narkoba menjalankan bisnis penjualan bahkan lewat penjara. Saya ingin adanya proyek bantuan kepada keluarga dari korban Narkoba, seperti Ibu Ephie Craze yang surat terbukanya amat dan sangat menyentuh saya.

Saya berada di posisi yang sama seperti semua ibu dan istri yang akan selalu berada di sisi korban Narkoba. Tetapi saya juga menolak hukuman mati karena tidak manusiawi dan tidak berhasil membasmikan kejahatan.

Berpendapat seperti ini bukan berarti menyangkal darah yang mengalir di nadi saya atau mempertanyakan kedaulatan Indonesia yang saya hormat dan cintai. Ini hati saya yang berbicara.

Semoga Allah memberkati.

Anggun

Pada tulisannya di atas, Anggun mencoba menjelaskan jika dirinya sangat anti dan benci pada pengguna maupun pengedar narkoba seperti orang lain pada umumnya. Namun tetap saja menurutnya hukuman mati bukanlah cara yang tepat untuk menghakimi para kriminal itu.

Meski sudah dijelaskan secara panjang lebar ternyata masih banyak yang tidak setuju dengan sudut pandang Anggun. Kebanyakan orang membawa-bawa kasus TKI Indonesia yang dihukum mati di negara lain, namun tak ada sedikitpun pembelaan dari Anggun.

Setelah Jokowi, Anggun Tulis Surat Terbuka Untuk Para Haters

“Kebetulan Anggun sebagai duta PBB untuk HAM, mengapa tidak bereaksi keras ketika para TKI Indonesia dihukum mati? Mereka dihukum mati untuk sesuatu hal yang kadang untuk sekedar mempertahankan diri dari perlakuan majikannya yang sangat tidak sesuai dengan HAM. So? Maaf aku tidak respect dengan tulisanmu,” komentar seorang netizen.

Kalau kalian setuju dengan tulisan Anggun di atas atau tidak?

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here