Seks Di Sukabumi Wajib Pakai Kondom Atau Didenda Rp 50 Juta

Bertujuan meminimalisir penularan virus HIV/AIDS dengan sengaja. Aturan wajib pemakaian kondom itu termuat dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang upaya penanggulangan HIV Aids.

0
322
Seks Di Sukabumi Wajib Pakai Kondom Atau Didenda Rp 50 Juta

Arsipkita.com – Seks Di Sukabumi Wajib Pakai Kondom Atau Didenda Rp 50 Juta. Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat membuat aturan wajib pemakaian kondom saat berhubungan intim. Apabila kedapatan melanggar, akan dikenai denda maksimal Rp 50 juta. Aturan itu bertujuan meminimalisir penularan virus HIV/AIDS dengan sengaja.

Aturan wajib pemakaian kondom itu termuat dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang upaya penanggulangan HIV Aids.

Seks Di Sukabumi Wajib Pakai Kondom Atau Didenda Rp 50 Juta

“Ada sanksi yang diberlakukan pada perda ini, jika seseorang terbukti dengan sengaja menularkan atau menyebarkan virus HIV/AIDS yang dideritanya kepada orang lain, maka akan terkena sanksi berupa denda uang dalam jumlah tertentu di sesuaikan dengan tingkat kesalahannya,” tegas Achmad Fahmi melalui Press Release Komisi Penanggulangan Aids (KPA), dilansir dari Detik.

Fahmi menjelaskan, dengan payung hukum ini, Pemkot Sukabumi akan lebih optimal dalam menekan penyebaran penyakit mematikan itu. Pun demikian bagi petugas di lapangan juga lebih aman saat melakukan tugasnya, seperti sosialisasi bahaya HIV/AIDS. Kendati demikian, KPA masih menunggu hasil evaluasi Pemprov Jabar dan penomoran untuk Perda tersebut.

Dalam Perda itu juga diatur soal orang dengan HIV/AIDS atau Odha, di mana setiap Odha yang sadar dirinya dan pasangannya tertular virus itu wajib melaporkan statusnya ke petugas kesehatan.

“Jadi dalam perda itu tidak hanya mengatur kewajiban pemerintah daerah saja atau layanan kesehatan, tapi didalamnya juga memuat kewajiban yang harus dipatuhi oleh Odha juga untuk tidak menularkan kepada orang lain,” tegas Fahmi.

Seks Di Sukabumi Wajib Pakai Kondom Atau Didenda Rp 50 Juta

Menurut data KPA, jumlah pengidap AIDS di Sukabumi mencapai 240 orang, atau menjadi terbesar keenam setelah Kota Bandung, Kota Bekasi, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, dan Kota Bogor. Data lain dari KPA, penyebaran terjadi menyeluruh di semua kecamatan dengan tingkat kemungkinan 3.000 lelaki rentan terinfeksi HIV/AIDS.

“Kalangan lelaki berisiko tinggi terinfeksi HIV/AIDS itu mayoritas orang berduit dan sering jajan dan tak pakai pengaman,” ujar Pengurus KPA Kota Sukabumi Yanti Rosdiana.

Yanti menambahkan, pihaknya terus berusaha menekan penyebaran HIV/AIDS melalui langkah pencegahan. Programnya meliputi sosialisasi pada ibu hamil dan ibu rumah tangga. Sebab, dua golongan itu masih menganggap suaminya aman dari kemungkinan virus HIV/AIDS.

“Padahal sudah terinfeksi. Jadi, laki-laki berisiko tinggi itu merupakan kelompok populasi kunci yang berpengaruh besar terhadap populasi lain,” ujarnya.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here