Harambe, Gorila Yang Baik Hati Itu Ditembak Mati

Harambe, Gorila Yang Baik Hati Itu Ditembak Mati

Gorila punggung perak bernama Harambe telah ditembak mati oleh petugas kebun binatang disaat balita lelaki berusia 4 tahun terjatuh ke dalam kandangnya.

Harambe, Gorila Yang Baik Hati Itu Ditembak Mati

Arsipkita.com – Para netizen meluapkan amarahnya kepada orangtua sang balita karena ditembaknya seekor gorila bernama Harambe. Sejumlah orang pun menyalahkan pihak kebun binatang yang dinilai ‘gegabah’.

Obat Pembesar Penis Vimax Asli di Bandung
Agen Distributor Toko Jual Hammer Of Thor COD Di Semarang

Banyak orang membawa bunga tanda berduka ke patung gorila di luar Kebun Binatang Cincinati pada Minggu lalu, setelah kematian Harambe. Reaksipun bermunculan di media sosial tentang caranya anak itu terjerumus dalam kandang.

Menyangga hal itu, orangtua anak tersebut mengatakan, “Kami sangat berterima kasih untuk tindakan cepat oleh para pegawai Kebun Binatang Cincinatti. Kami sadar bahwa itu adalah keputusan yang sulit bagi mereka, dan mereka berduka atas kehilangan sang gorila.”

Setelah peristiwa  di kebun binatang kota Cincinnati, negara bagian Ohio, ada seseorang yang tidak dapat menyembunyikan kesedihannya.

Harambe, Gorila Yang Baik Hati Itu Ditembak Mati

Jerry Stones, orang tersebut, adalah mantan pengasuh sang gorila ketika masih kecil. (Arsipkita.com)

Namun demikian, mantan pengasuh gorila dengan berat lebih dari 180 kg itu tidak dapat menyalahkan keputusan pihak berwenang untuk menembak kera besar itu, walaupun ia mengatakan bahwa hewan itu biasanya adalah “sang raksasa yang lembut hati”.

Stones membesarkan Harambe sejak lahirnya dan ia mengaku menangis seharian ketika mendengar bahwa gorila punggung perak itu telah ditembak mati oleh petugas kebun binatang hanya 1 hari setelah ulang tahun ke 17 bagi hewan itu.

Dikutip dari New York Daily News pada Selasa (31/5/2016), kata Stones (74) kepada New York Daily News, “Seorang pria tua juga bisa menangis. Ia adalah mahluk yang khusus dalam hidup saya. Harambe ada dalam hati saya. Rasanya seperti kehilangan anggota keluarga.”

Stones adalah seorang direktur di Kebun Binatang Gladys Porter di kota Brownsville, di negara bagian Texas. Ia cukup lama mengasuh Harambe sebelum hewan itu dipindahkan ke Cincinatti pada tahun lalu.

“Saya membesarkannya sejak bayi, ia adalah seekor mahluk mungil yang menggemaskan. Ia bertumbuh menjadi seekor pejantan yang gagah. Ia sangat pintar. Sangat, sangat pintar,” ujar Stones. “Pikirannya terus berputar. Ia adalah suatu karakter yang tajam.”

Stones, yang berkiprah dalam bisnis kebun binatang selama 50 tahun, mengucapkan selamat tinggal kepada Harambe pada 2015, demikian menurut suatu laman Facebook ketika ia mengumumkan perpindahan Harambe.

“Ada perasaan campur aduk antara sedih dan gembira, ketika kami mempersiapkan Harambe, salah satu gorila Dataran Rendah Barat, untuk perjalanan ke rumah barunya,” demikian bunyi unggahan laman Facebook milik Kebun Binatang Gladys Porter.

Pada Sabtu siang lalu, Harambe mati ditembak setelah seorang balita lelaki berusia 4 tahun terjatuh ke dalam kandang Gorilla World.

Gorila punggung perak dapat mencapai usia 60 tahun di penangkaran dan cenderung menjadi “raksasa berhati lembut”, kata Stones. Tapi tidak bisa diduga apakah kehadiran balita dalam kandang itu memicu suatu tanggapan agresif.

“Tetap saja anak itu dalam bahaya. Sungguh serangkaian keadaan yang tragis yang menyebabkan seekor gorila muda berada dalam situasi asing dan akhirnya menjadi berbahaya baginya,” kata Stones.

“Dapatkah kamu bayangkan apa yang berkecamuk dalam pikiran orangtuanya? Tidak peduli apapun yang dilakukan Harambe, dalam pikiran mereka ia harus dilumpuhkan.”

“Sedihnya, sepertinya Harambe sedang melindungi anak itu lebih daripada orangtuanya (Arsipkita.com)

Bagaimana Pendapat Kamu? Bagikan dengan Kami

Komentar

loading...