Foto Mesum Dwi Ardianto Cabuli 10 Anak di Masjid

Foto-foto Dwi Ardianto itu memperlihatkan organ intim korbannya, saat dirinya mencium korban, hingga adegan mesum di Masjid

0
2
Foto Mesum Dwi Ardianto Cabuli 10 Anak di Masjid

Arsipkita.com – Foto Mesum Dwi Ardianto Cabuli 10 Anak di Masjid, pria asal Bontang Kalimantan Timur (Kaltim) yang mencabuli 10 anak dalam masjid akhirnya disita polisi sebagai barang bukti. Rata-rata korban Dwi Ardianto merupakan anak di bawah umur.

Pasalnya, selain korbannya masih di bawah umur, perbuatan bejatnya itu juga dilakukan di sejumlah masjid di Bontang, Kalimantan Timur.

Obat Pembesar Penis Vimax Asli di Bandung

Parahnya lagi, sang pelaku juga mengabadikan aksinya dengan berfoto selfiebersama para korbannya. Bahkan, Dwi juga merekam adegan saat mencabuli korban dengan meraba bagian intimnya.

Hal ini terungkap setelah polisi menemukan sembilan foto di handphone milik pelaku. Dalam foto itu terlihat pelaku mencium dan meraba alat kelamin para korbannya.

“Foto-foto itu memperlihatkan organ intim korbannya, saat tersangka mencium korban, hingga adegan tak terpuji lainnya,” ungkap Kasatreskrim Polres Bontang AKP Ade Harri Sistriawan dikutip dari Samarinda Pos (grup pojoksatu.id), Kamis (27/10).

Saat melancarkan aksinya, tersangka mengiming-imingi korban dengan memberi uang antara Rp5 ribu sampai Rp15 ribu. Korban yang rata-rata berusia 4-8 tahun yang masih polos itu tak melawan.

Lihat juga:

Dari pengakuan awal, kata Ade, tersangka mengaku hanya melakukannya sebanyak empat kali. Namun setelah ditelusuri ternyata ada 10 tempat Dwi menyalurkan nafsu bejat. Rata-rata dilakukan di masjid.

“Setelah kita lakukan pengecekan di lapangan, jumlah korbannya ada 7 anak laki-laki dan 3 anak perempuan,” ungkapnya.

Untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku, pihaknya kemarin telah meminta lembaga psikologi Insan cita untuk melakukan pemeriksaan. Ini untuk memastikan apakah tersangka mengidap penyakit pedofilia (gangguan kejiwaan bagi orang dewasa yang tertarik pada anak-anak).

“Belum ada jawaban, mudah-mudahan hari ini tesnya, agar kita tahu kondisi kejiwaannya seperti apa,” tambah Ade.

“Akan kami kenakan pasal 81 dengan ancaman 20 tahun penjara. Orang tua sudah kami bujuk mudah-mudahan mau anaknya di tes,” pungkas Ade.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Arsipkita/JPNN

Top Topik Pencarian :

loading...
SOURCEJawa Pos
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here