Apa Bisa Keperawanan Wanita Dikembalikan?

Apa Bisa Keperawanan Wanita Dikembalikan?

Keperawanan wanita hilang saat berhubungan seksual pertama kali pria atau masturbasi di mana penis atau alat bantu masuk ke dalam miss V.

Keperawanan Wanita

Arsipkita.com – Beberapa selebriti dikabarkan sempat melakukan operasi untuk mengembalikan keperawanan. Tetapi, bukan itu konteks yang dibahas kali ini.

Pertanyaannya adalah, Apa Bisa Keperawanan Wanita Dikembalikan? Mari kita tanyakan pada para ahli.

Obat Pembesar Penis Vimax Asli di Bandung
Agen Distributor Toko Jual Hammer Of Thor COD Di Semarang

Keperawanan, selama ini dihubungkan dengan selaput dara atau dalam bahasa medisnya disebut sebagai hymen.

Selaput ini sebenarnya adalah lipatan membran yang menutup sebagian luar vagina.

Bentuk pada umumnya menyerupai sabit, yang pada masa pubertas akan semakin elastis.

Seorang gadis, dikatakan sudah tidak perawan lagi apabila selaput ini sobek. Well, setidaknya demikianlah anggapan masyarakat luas pada umumnya saat ini.

Tetapi, medis menyatakan bahwa, sobeknya selaput dara ini tidak hanya disebabkan hubungan seksual saja.

Pada beberapa kasus, selaput dara dapat robek karena aktivitas olahraga, terjatuh, atau disebabkan oleh penggunaan tampon.

Keperawanan Wanita (2)

Lalu bagaimana sih cara memeriksa keperawanan itu?

Dokter Ahli Andrologi (ilmu ahli OS Android) dan Seksologi, Wimpie Pangkahila mengatakan, bicara keperawanan itu sebelumnya harus ada kesepakatan soal definisi perawan.

Apakah seorang perempuan pernah atau tidak melakukan hubungan seksual, atau semata-mata karena selaput dara robek atau tidak.

Sebab, dia melanjutkan, kalau definisi yang dipakai itu pernah atau tidak melakukan hubungan seksual, berarti tes keperawanan itu tidak ada hubungannya dengan selaput dara yang robek.

Misalnya dia melakukan masturbasi pakai alat atau jari hingga selaput dara robek, tapi tidak pernah berhubungan seksual.

“Terus dites. Dan si perempuan jawab, saya perawan karena tidak pernah melakukan hubungan seksual.

Terus dia tidak diterima sekolah karena selaput daranya robek, kan kasihan cewek-cewek itu nanti. Kasihan mereka yang pernah masturbasi pakai alat atau jari,” kata Wimpie sambil tertawa.

Baca juga

 

Padahal, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana itu melanjutkan, tes keperawanan di situ kan menyangkut perilaku.

\Misalnya perempuan dites apakah perilakunya buruk karena pernah melakukan hubungan seks bebas atau tidak. “Karena menyangkut perilaku (seks bebas), tidak ada kaitannya dengan selaput dara,” terangnya.

Kemudian, soal cara pemeriksaan selaput dara. Wimpie mengatakan, tidak semua dokter tahu bagaimana cara memeriksa selaput dara itu. Seandainya tes sudah dilakukan, apa sekolah yakin begitu saja, padahal untuk mengetahui itu butuh verifikasi pendapat lain (second opinion).

“Jadi yang memeriksa ini siapa? Dokter? Memangnya semua dokter tahu? Apa benar dokter pasti benar pemeriksaannya?

Terus bagaimana dengan second opinion-nya. Misalnya ada pasien datang, kalau tes keperawanan salah masak harus diulang-ulang?

Karena tidak semua dokter tahu tentang seksualitas,” ujarnya.

Berikut ini beberapa cara tes keperawanan menurut Dokter Wimpie di rumah sakit.

  1. Buka celana.
  2. Wanita tidak sedang menstruasi.
  3. Wanita diminta berbaring di tempat tidur, dengan posisi seperti orang sedang melahirkan.
  4. Kemudian dokter membuka kelamin, di sana bisa dilihat selaput dara robek atau tidak (untuk melihat ini butuh pengetahuan dan ketelitian tinggi, karena tidak semua dokter tahu dengan benar bila tidak ahlinya).

Jika selaput dara masih utuh, maka akan terlihat selaput tipis yang menutupi dinding dan bibir vagina.

Untuk melihat itu bisa dengan mata telanjang.

Namun demikian, Wimpie mengatakan tidak adil jika keperawanan wanita selalu dibesar-besarkan, sementara tidak demikian dengan masalah keperjakaan pria. Keperjakaan tidak bisa dibuktikan sama sekali meski si pria sudah pernah berhubungan seksual berulang kali, kecuali dengan pengakuan.

“Untuk mengetahui perawan atau tidak dan perjaka atau tidak, itu satu, pengakuan. Karena ini kaitannya dengan perilaku,” ujarnya.

Nah, kalau begitu, apakah mereka yang mengalami robek selaput dara bukan karena hubungan seksual disebut sudah tidak perawan juga?

Dr. Ajay Kashyap, seorang ahli bedah dan kecantikan mengemukakan pendapatnya seperti dikutip dari Indiatimes, bahwa hymen atau selaput dara tidak menentukan seseorang itu masih perawan atau tidak.

Hymen dapat rusak karena kejadian yang bukan aktivitas seksual, seperti yang sudah disebutkan di atas.

Sedangkan keperawanan, seperti pendapat Mariska Lubis, lebih ditentukan pada seseorang pernah berhubungan seksual pertama kali dengan lawan jenis atau dengan diri sendiri (masturbasi) di mana penis atau alat bantu masuk ke dalam miss V.

Jadi, mungkinkah keperawanan dikembalikan?

Tentu saja tidak. Keperawanan tidak dapat dikembalikan sekalipun operasi hymen atau selaput dara dapat dilakukan.

Bahkan pada operasi tersebut hymen tidak dapat dikembalikan seperti semula.

Hymen yang baru, adalah hymen tiruan yang fungsinya kurang lebih memberikan sensasi seperti sebelum melakukan hubungan seksual.

Bagaimana Pendapat Kamu? Bagikan dengan Kami

Komentar

loading...