Ratusan Sopir Angkot Manado Lakukan Aksi Mogok Karena Kerap Dipalak Polisi

0
71
Ratusan Sopir Angkot Manado Lakukan Aksi Mogok Karena Kerap Dipalak Polisi

Ratusan sopir angkutan kota (angkot) trayek Malalayang-Pusat Kota bernomor 45 melakukan aksi mogok dan memarkir kendaraan mereka di ruas Jalan Pierre Tendean, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (24/4) siang. Salah seorang anggota polisi lalu lintas nyaris dihakimi para sopir lantaran dinilai terlalu arogan.

Kejadian itu terjadi saat anggota satuan lalu lintas Polresta Manado mencoba membubarkan aksi ratusan sopir angkot ini. Alasannya, kegiatan yang dilakukan tidak mengantongi izin dan mengganggu aktivitas masyarakat umum.

“Bubar, bubar, polisi yang mengatur kalian, bukan kalian yang mengatur polisi,” kata polisi berinisial K dengan nada tinggi.

Tak terima dengan dihardik K, massa sopir mulai terpancing. Sempat terjadi adu mulut, tapi massa satu persatu mulai mengerubungi K. Beberapa dari mereka tampak geram dan terprovokasi sambil mengepalkan tinju. Melihat situasi semakin memanas, beberapa anggota satuan intel dan lalu lintas langsung menengahi dan berusaha menjauhkan K dari kerumunan massa.

Aksi mogok ratusan sopir ini dipicu oleh perang mulut antara salah seorang teman mereka dengan K. Mereka protes dengan tindakan beberapa oknum petugas lalu lintas dinilai terlalu arogan dan kerap meminta uang agar tidak ditilang.

“Mereka sering meminta sejumlah uang agar tidak ditilang. Harganya bervariasi mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu. Kalau memang ada pelanggaran harusnya ditilang saja bukan dimintai uang,” ujar salah seorang sopir, Jenny Sumangkun.

Tak hanya itu, mereka juga meminta kepolisian tak pandang bulu dalam melakukan penegakan aturan. Penindakan harus dilakukan secara merata tak hanya bagi angkutan umum, tapi juga kendaraan berpelat hitam yang parkir sembarangan.

“Contohnya ada kendaraan pelat hitam yang terlihat parkir sembarangan, begitu pengemudinya keluar ternyata menggunakan pakaian rapi dan berdasi. Itu kan berarti orang terpelajar? Kenapa tidak ditilang, hanya angkot yang ditilang?” ujar Adam, sopir lainnya.

Pantauan merdeka.com, aksi mogok dilakukan para sopir sempat memacetkan ruas Jalan Pierre Tendean, sepanjang kawasan Pengadilan Negeri Manado, hingga depan pusat perbelanjaan Megamall. Ribuan calon penumpang pun terlantar. Banyak di antara mereka mengaku terlambat menuju tempat kerja, bahkan ada yang nekat jalan kaki.

Beberapa kendaraan umum trayek sama tetap memilih beroperasi, dihentikan di tengah jalan. Penumpang ketakutan pun terpaksa turun. Jika tetap ngotot beroperasi, angkot akan dihentikan dan diguncang-guncang puluhan sopir lainnya.

Aksi dimulai sejak pagi hari tersebut akhirnya dapat diredam setelah Wakapolres Manado, AKBP Enggar Brotoseno, turun ke lokasi dan melakukan tanya jawab langsung dengan para pendemo. Di hadapan Wakapolres, para sopir mengeluhkan ulah beberapa oknum polisi sering meminta sejumlah uang agar tidak ditilang. Mereka menyebut nama tiga anggota yang sering melakukan tindakan tidak terpuji dengan meminta uang dan melakukan tindakan sewenang-wenang.

“Terima kasih atas masukan yang disampaikan oleh teman-teman. Setahu saya anggota saya tidak seperti itu namun dari banyaknya keluhan ini maka saya sebagai Wakapolres Manado berjanji akan menindak anggota saya yang melakukan perbuatan melanggar aturan. Mereka akan segera saya mutasikan,” kata Enggar di hadapan ratusan sopir.

Mendengar pernyataan mantan Kapolres Bolaang Mongondow ini, massa bersorak gembira. Usai dialog singkat dengan Wakapolres sekitar pukul 12.30 WIB, mereka berangsur-angsur membubarkan diri dan melanjutkan kembali aktivitas.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here